Presiden: Siswa jangan takut ujian nasional


Begitulah petikan salah satu media televisi swasta di Indonesia mengajukan kesimpulan terhadap pernyataan Presiden RI, bapak Susilo Bambang Yudhoyono. Seharusnya, siswa yang akan mengikuti ujian nasional tidak perlu mengkhawatirkan keberadaan ujian nasional sebagai alat “justifikasi” berhasil atau tidaknya seorang siswa. Ironis yang kadang terdengarkan, jika ujian nasional yang biasanya dilaksanakan dalam seminggu menjadi penentu siswa yang telah belajar selama kurang lebih 3 tahun. Sehingga berbagai bentuk penyalahan dan penyimpangan dilontarkan kepada pihak yang terkait dengan pelaksanaan ujian nasional. Contohnya, upaya guru membocorkan soal akan selalu terjadi selama ada kesempatan. Hal itu akan ditempuh dengan berbagai cara, mulai membolongi meja peserta, menggunakan SMS, atau mendikte langsung jawaban soal Ujian nasional (UN), dan cara-cara lainnya (http://edukasi.kompas.com/read/2010/01/28/19171328/Dalam.UN..Posisi.Guru.Terjepit). Mungkin inilah yang merupakan momok dari ujian nasional yang bahkan menyebabkan muncul kasus, Kepala Sekolah di sekolah X, guru di sekolah Y, harus dipenjara karena telah membantu siswanya dalam pelaksanaan ujian nasional. Kesimpulan yang terbentuk dalam hal ini adalah ujian nasional membuka ruang bagi mereka untuk melakukan penyimpangan hanya karena mempertaruhkan supaya siswa mereka lulus, begitu ya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s