Hubungan Logis Antara Konteks dengan Number Sense


Untuk memperoleh pengetahuan awal dan konsep dasar yang berkaitan dengan bilangan, konservasi bilangan merupakan langkah awal yang harus dilakukan siswa. Konservasi bilangan dalam hal ini adalah mengenali bilangan atau hal yang berpotensi bilangan karena konservasi ini akan memberikan dasar berhitung. Kemudian mengenali bilangan acuan sebagai objek yang akan dihitung, dan dapat menentukan kuantitas objek yang dihitung sebagai bilangan numerosity.
Penggunaan permainan tradisional (misalnya bermain satu rumah) sebagai konteks yang dapat merangsang siswa untuk mengkonstruksi pengetahuan tentang konservasi bilangan, bilangan acuan, dan bilangan numerosity. Sebagai pengembangan dari pengetahuan tersebut, mereka diharapkan dapat menghubungkan konsep dasar bilangannya dengan membilang untuk mencapai kemampuan membilang resultative (menentukan hasil).
Setelah siswa memahami bagaimana cara dan aturan yang berlaku dalam bermain satu rumah, langkah selanjutnya adalah memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengembangkan pengetahuan yang dimilikinya. Dalam aktivitas awal, siswa diberikan lembar kerja dengan masalah seperti: (1) berapa kali menang pemain 1 dan pemain 2, (1) berapa rumah yang diperoleh pemain 1 dan 2, setelah mereka bermain 10 kali. Perhatikan gambar berikut ini!

Untuk menjawab pertanyaan ini, tentunya siswa akan bermain dan mengkonstruksi rumah-rumah mereka berdasarkan interpretasi bermain 10 kali tersebut. Kebebasan diberikan kepada siswa untuk memahami bermain 10 kali bertujuan untuk membentuk isu yang berbeda diantara mereka sedemikian sehingga hasil yang diperoleh tidak sama. Salah satu hasilnya adalah seperti gambar berikut ini.

Setiap rumah pada bagian bawahnya dibubuhi angka 4 yang menunjukkan bahwa kemenangan pada rumah itu adalah 4 dan angka 1 untuk rumah yang hanya mendapat kemenangan 1. Bagi Koni, rumah 1 memuat bilangan numerosity sebesar 4 begitu seterusnya hingga ke rumah 6, kecuali di rumah 7 yang memuat bilangan numerosity sebesar 1. Lain halnya dengan Ica, setiap rumah yang dikonstruksinya memuat bilangan numerosity sebesar 4 sehingga dari rumah 1 sampai dengan rumah 9 pada bagian bawahnya dituliskan angka 4.
Kemudian pada gambar tersebut, interpretasi berapa kali menang ditunjukkan ke dalam model seperti yang ditunjukkan dalam gambar berikut.

Konteks merupakan situasi yang menyediakan konflik bagi siswa atau anak sedemikian sehingga memicu aktivitas matematisasi mereka dengan dasar number sense yang dimiliki. Matematisasi ini menjadi bagian dari proses penyelesaian masalah (problem solving) yang diterjemahkan anak baik secara informal (horizontal) hingga mencapai hasil berupa matematika formal (vertikal). Dengan demikian, konteks menyediakan informasi (meaning to student’s mathematical activity) bagi matematika formal yang ditemukan kembali (guided reinvention) oleh siswa/anak melalui proses matematisasi (informal dan formal) yang melibatkan pemahaman bilangan (number sense) untuk menyelesaikan masalah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s