Bukan Hanya Siswa, Tetapi juga Guru


Sekarang, pemerintah, khususnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sudah merancang kurikulum baru, kurikulum 2013. Dengan adanya kurikulum baru ini, ada beberapa mata pelajaran terintegrasi dengan mata pelajaran lain. Misalnya, TIK akan terpadu kegiatan pembelajarannya dengan mata pelajaran lain. Hal ini tentulah menarik dan menantang bagi guru untuk dapat menerapkan kegiatan pembelajarannya dengan integrasi pembelajaran TIK di dalamnya. Untuk itu, bagi guru yang belum terbiasa menggunakan perangkat teknologi seperti komputer, laptop, proyektor, dan lainnya, harus sudah mengubah kebiasaan dan belajar mengenai perangkat-perangkat tersebut.

Tantangan selanjutnya adalah apakah pengintegrasian TIK dengan mata pelajaran menjadi solusi yang dibutuhkan pebelajar kita saat ini. Mungkin saja! Sejatinya, persoalan mental baik untuk siswa kita sendiri dan bahkan gurunya untuk menikmati pembelajaran yang digelutinya. Perlu diingat bahwa seberapa sering guru kita menempatkan hasil pengajaran kepada siswanya sebagai acuan untuk membuat sesuatu yang lebih baik. Begitu pula dengan siswa yang diajar, seberapa serius mereka mengikuti instruksi yang diberikan oleh guru agar diikuti dalam kehidupan sehari-hari.

Pelibatan teknologi dan komunikasi dalam kegiatan pembelajaran merupakan suatu transformasi dunia pendidikan yang mengagumkan. Seperti yang kita ketahui bahwa berbagai kemudahan disediakan dengan penggunaan teknologi tersebut dalam berbagai kegiatan, termasuk kegiatan pembelajaran di sekolah. Namun, tidak dipungkiri dari kemajuan ini kalau dibalik hal tersebut membutuhkan prasyarat kepada guru, misalnya, untuk melengkapi pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola pembelajaran dan teknologi secara bersamaan. Belum lagi, jika mereka berada pada kondisi dan situasi yang terbatas sehingga keberlangsungan kegiatan pembelajaran masih bergantung pada beberapa faktor pendukung, misalnya pasokan arus listrik yang memadai, jumlah item teknologi yang memperhatikan jumlah pengguna, dan lain sebagainya.

Untuk hal ini, guru sebenarnya tidak harus berpangku tangan untuk menunggu kebijakan pemerintah yang terkadang lama hingga bahkan tidak terealisasi. Terpenting, kita melaksanakan kegiatan pembelajaran semampu yang dapat dilakukan. Berhasil atau tidak, sebaiknya pemerintah mengetahui bukan dari nilainya saja tetapi juga bagaimana para guru mengusahakan kepada  siswanya untuk mengikuti kegiatan pembelajaran dengan nilai tersebut. Nas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s