PMRI

Freudenthal (1968), dengan artikelnya yang berjudul “Why to teach mathematics so as to be useful” mengemukakan pernyataan I will not speak about how to teach mathematics so as to be useful but about why we should teach mathematics so as to be useful, or rather about why we should teach mathematics so as to be more useful.

Suatu pemikiran yang menarik dan mendorong munculnya suatu inspirasi mengubah posisi matematika, yang tidak hanya sekedar ilmu pengetahuan yang diproduksi tanpa kegunaan apapun dan bagi siapapun. Dienes (1971) pernah menyatakan “Everybody knows that mathematics is an abstract subject.” Hingga saat matematika berkembang dengan new math pun, salah satu masalah yang masih berkembang adalah bagaimana membuat matematika itu berguna (Freudhental, 1968).
Menurut Freudhental (Gravemeijer, 1994), aktivitas matematika berarti dikaitkan dengan realitas melalui situasi masalah. Istilah “realitas” berarti bahwa situasi masalah seharusnya nyata ditunjukkan pada siswa. Dengan melakukan penelitian, permainan tradisional Indonesia yang dikumpulkan sebagai situasi masalah nyata bagi anak untuk mempelajari bilangan. Prinsip pendidikan matematika realistik (RME) menawarkan petunjuk dan desain heuristik untuk menampilkan aktivitas situasional dari permainan tradisional yang dilakukan untuk matematika formal.

Referensi

Dienes, Research Publications, http://www.lifesci.sussex.ac.uk/home/¬Zoltan_Dienes/, diakses pada tanggal 16 Juli 2010
Freudenthal, H. 1968. Why to teach mathematics so ac to be useful. Educational Studies in Mathematics 1 3-8; 9 D. Reidel, Dordrecht- Holland.
Gravemeijer, K. 1994. Developing Realistic Mathematics Education. Utrecht: Technipress, Culemborg.

SUBJECT MATTER FOR GRADE SIX
Multiple and Factor
page 1
page 2
page 3
page 4
page 5
page 6
page 7

Mathematics Poetry
Poem 1: Quadrilateral House
Poem 2: Worries Narration When Life is Probably Parallelogram
Poem 3: Statistic of Advice for My Children

CLASSROOM ACTIVITY
Observasi kelas yang dilakukan pada tanggal 16 Juli 2009. Salah satu pertanyaan yang muncul dari pelaksanaan observasi tersebut, ketiga guru mengajukan pertanyaan: “Apa yang kurang dari hasil pengajaran tadi?”
Maka saya pun memberikan jawaban, nanti saya akan membuat lembar kerja siswanya. Alasan saya memberikan jawaban tersebut, karena:
1. Siswa tidak memiliki ruang untuk mengapresiasi apa yang mereka ketahui.
2. Siswa membutuhkan media yang dapat mengapresiasi pengetahuan mereka.
3. Siswa membutuhkan tempat dimana mereka dapat memperoleh beraneka ragam contoh yang dapat dikembangkan dengan pengetahuan yang dimilikinya.
4. Siswa membutuhkan format lain yang menyenangkan dan memberikan suasana belajar yang berbeda dengan format monoton dari pendekatan tradisional guru selama ini.
Berdasarkan alasan tersebut dan dikaitkan dengan hasil observasi menunjukkan bahwa:
1. Pendekatan pembelajaran yang diterapkan guru, secara mendasar sesuai dengan pemahaman umum dari materi pembelajaran yang seharusnya diberikan kepada siswa.
2. Guru telah mencoba untuk melekatkan pentingnya pemahaman siswa dalam mendukung kegiatan pembelajarannya.
3. Pentingnya proses analisa menjadi bagian penting yang diutamakan guru untuk membantu siswa mendapatkan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s