Teori Pembelajaran

Menurut Bell (1978), dalam bukunya yang berjudul “Teaching and Learning Mathematics” dinyatakan bahwa “understanding of theories about how people learn and the ability to apply these theories in teaching mathematics are important prerequisites for effective mathematics teaching.”
Implikasi dari pernyataan tersebut membuat kita dapat mengenal Jean Piaget dengan teori perkembangan intelektual, bahwa komponen pusat dari teori pengembangan Piaget tentang pembelajaran dan penalaran adalah keduanya melibatkan pebelajar (Wanda Y. Ginn, http://www.sk.com.br/sk-piage.html), J. P. Guilford dengan model struktur intelektual manusia, mengemukakan bahwa hal banyak diperbincangkan guru: bila siswa yang sangat cerdas memiliki kesulitan dalam menyelesaikan tugas khusus mental; sedangkan siswa yang memperoleh skor rendah dari tes kecerdasan biasanya secara mengejutkan berjalan baik untuk beberapa aktivitas mental (Bell, 1978). Robert Gagne dengan hirarki pembelajaran (http://tip.psychology.org/gagne.html), Zoltan Dienes dengan kajian struktur dan hubungan diantara struktur dalam pembelajaran konsep matematika (Bell, 1978, http://www.lifesci.sussex.ac.uk/home/Zoltan_Dienes/).
Secara psikologis, mereka adalah orang-orang yang mempengaruhi pendidikan matematika bagi perkembangan belajar matematika siswa. Sebagian dari teori mereka dapat menjadi bagian dalam pembelajaran dalam bentuk pendekatan atau metode. Aspek pendekatan menjadi menarik ketika dikaji kemudian dibandingkan dengan apa yang siswa dapat lakukan dengan pendekatan yang diberikan, sebagaimana siswa yang merasa dilibatkan ketika mereka mendapatkan peran penuh dalam pembelajaran di kelas (Clare Lee, 2006). Beberapa pendekatan dalam pembelajaran matematika yang juga dikembangkan seperti pendidikan matematika realistik Indonesia (dikenal dengan realistic mathematics education), pembelajaran kontekstual (dikenal dengan contextual teaching and learning), pendekatan problem solving, atau pendekatan open-ended. Lebih khusus, untuk pendekatan pembelajaran seperti pendidikan matematika realistik. Freudenthal berpendapat bahwa bukan hanya yang dia inginkan penggabungan realitas sehari-hari secara empatik ke dalam pendidikan matematika, tetapi dengan khusus juga bagi ide mendasarnya untuk menempatkan realitas yang kaya dengan konteks memberikan suatu sumber pembelajaran matematika (Treffers, 1993).
Kemudian, pembelajaran kontekstual yang beorientasi bahwa pembelajaran terjadi hanya ketika siswa (pebelajar) memproses informasi atau pengetahuan baru dengan suatu cara sehingga orang lain memahami dengan kerangka mereka sendiri (dunia mereka sendiri dengan ingatan, pengalaman, dan respons) (http://www.texascollaborative.org/-WhatIsCTL.htm). Problem solving, bagi Polya, terdiri atas beberapa tahap yang dengan hal tersebut dapat diarahkan dalam pembelajaran matematika siswa. 4 tahap dalam problem solving tersebut adalah: (1) Understanding the problem (Recognizing what is asked for), (2) Devising a plan (Responding to what is asked for), (3) Carrying out the plan (Developing the result of the response), dan (4) Looking back (Checking, What does the result tell me?) (http://www.hawaii.edu/suremath/¬why1Polya.html).
Mengetahui sejumlah teori pembelajaran yang dikemukakan para ahli tersebut di atas, dengan orientasi pada bagaimana mengajarkan pengetahuan matematika abstrak kepada siswa (Gravemeijer, 1994). Hal yang dapat diperoleh dengan memahami teori pembelajaran ini adalah kita tahu bagaimana siswa sebaiknya belajar dan mengajar dengan cara yang sebaiknya mereka dapatkan.

Referensi
Bell, 1978. Teaching and Learning Mathematics. United States of America: C. Brown Company Publishers.
Gravemeijer, K. 1994. Developing Realistic Mathematics Education. Utrecht: Technipress, Culemborg.
Gagne, R.M., Conditions of Learning. http://tip.psychology.org/gagne.html, diakses pada tanggal 14 Juli 2010.
Texas Collaborative for Teaching Excellence, 2007. Funded by Carl D. Perkins Career and Technical Education Act through the Texas Higher Education Coordinating Board. (http://www.texascollaborative.org/WhatIsCTL.htm) diakses Wednesday, July 21st, 2010.
Treffers, S. 1993. Wiskobas and Freudenthal Realistic Mathematics Education. Educational Studies in Mathematics 25: 89 – 108. The Netherlands: Kluwer Academic Publishers.
Wanda Y. Ginn, Jean Piaget – Intellectual Development, http://www.sk.com.br/sk-piage.html diakses pada tanggal 14 Juli 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s